Biokonversi limbah cair pabrik kelapa sawit di Indonesia sebagian besar menggunakan kolam anaerob fasa tunggal kemudian dilanjutkan dengan kolam aerob. Sistem ini mampu menyisihkan Irvan,. 2011. Pembuatan pupuk organik aktif dari pengolahan lanjut limbah cair pabrik kelapa sawit, Laporan Hasil Penelitian, Universitas Sumatera Utara, Medan. Nasution.D.Y. 2004. Pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit yang berasal dari kolam akhir (final pond) dengan proses koagulasi melalui elektrolisis. Jurnal Sains Kimia. 8(2): 38-40. Proses pengolahan Limbah Cair Minyak Kelapa Sawit menggunakan fixed-bed reactor memiliki kekurangan dimana effluent pengolahan tersebut tidak seimbang dengan Limbah dalam kolam-kolam anaerobik (anaerob ponds) memiliki waktu tinggal sampai 60 hari. Alasan menggunakan kolam-kolam tersebut karena luasnya areal perkebunan, Berdirinya pabrik sawit, tentunya ada kolam tempat olah limbah cair POME. Seperti yang sudah diketahui, limbah POME memiliki kandungan sejumlah bahan organic. Apabila dibuang maka akan merusak serta membuat lingkungan menjadi tercemar. Sehingga dengan adanya kolam pengolahan limbah akan memudahkan bahan-bahan organic untuk meakukan degradasi. Limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) yang dikenal dengan istilah POME (Palm Oil Mill Effluent) mempunyai kandungan bahan organik yang tinggi, sehingga LCPKS harus diolah atau dimanfaatkan untuk pupuk. Analisa Pengolahan Air Limbah Pabrik Kelapa Sawit Pt. Hutabayu Marsadakecamatan Hutabayu Raja Kabupaten Simalungun 7FQP.

kolam pengolahan limbah cair kelapa sawit